….“Dunia akan menjadi tempat yang lebih
baik jika kita dapat mengasuransikan seluruh kemungkinan di masa depan”…
Kenneth Arrow, penerima
hadiah Nobel Ekonomi
Report of Association of
British Insurers
Hidup
Kita penuh dengan Resiko. Mulai dari kita membuka mata hingga kita terlelap dan
terbangun lagi, kita menanggung beban resiko atas diri, keluarga dan tak
ketinggalan seluruh harta benda kita. Seseorang dikatakan bijak jika ia mampu
memperhitungkan resiko yang ada di depannya tersebut dan mengantisipasi mulai
dari awal. Secara sederhana, prinsip inilah yang mendasari kelahiran Asuransi
Umum.
Mirip seperti Asuransi Jiwa yang menanggung jiwa/hidup kita, Asuransi Umum
menanggung dan mentransfer resiko atas kehilangan harta kekayaan kita,
kesehatan maupun segala hal yang tidak ditanggung oleh Asuransi Jiwa. Kesadaran
berasuransi berangkat dari pengalaman manusia bahwa banyak hal yang tidak
diinginkan kelak dapat mengubah arah kehidupan seseorang. Keadaan yang
tampak cemerlang seketika dapat berubah menjadi begitu suram dan sukar.
Akan sangat sia-sia, misalkan, jika peristiwa yang terjadi di luar kendali
kita, seperti banjir, kebakaran, huru-hara menghanguskan hasil kerja keras kita
dalam sekejap mata. Tanpa pengendalian resiko yang matang, bukan mustahil
kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di masa akan datang (unforseen events)
memaksa kita mengumpulkan harta kita mulai dari titik nol (start from the
scratch) karena kerusakan yang diakibatkannya.
Dalam praktiknya, ruang lingkup Asuransi Umum meliputi asuransi rumah, asuransi
mobil, hingga asuransi perjalanan. Berbeda dengan Asuransi jiwa yang meliputi
kejadian-kejadian yang pasti terjadi cepat maupun lambat, seperti pensiun dan
kematian, asuransi umum justru melindungi kita dari hal-hal yang belum pasti
tapi mungkin terjadi, seperti kecelakaan, kebakaran atau pencurian. Untuk itu,
tujuan utama mengambil polis asuransi adalah untuk mengkompensasi kita setelah
terjadinya suatu kehilangan (loss) sehingga secara umum hidup kita akan sama
baiknya (as well off as) sebelum kehilangan itu terjadi.
Pengendalian Resiko yang Matang vs Kerugian Tak Terduga
Untuk lebih memahami manfaat Asuransi Umum dalam mengelola resiko, kita dapat
melihat contoh dari apa yang dialami suatu keluarga dalam kesehariannya. Kita
ambil contoh keluarga Anton dan keluarga Louis, keduanya merupakan keluarga
menengah yang tinggal di dua negara berbeda. Keluarga Anton tinggal di negara
berkembang yang belum menerapkan polis asuransi sehingga kurang sadar resiko
sedangkan Keluarga Louis tinggal di negara yang mewajibkan polis asuransi umum
dalam banyak aspek dan sangat sadar resiko dan arti penting pengelolaannya.
Pada tahun yang sama, dari hasil tabungan dari bekerja selama 4 tahun sebesar
masing-masing 800 juta rupiah, kedua keluarga ini memutuskan untuk membangun
usaha sendiri dengan nilai sebesar 600 juta rupiah. Di awal berbisnis, keluarga
Anton memilih untuk tidak mengambil polis asuransi umum untuk melindungi
bisnisnya karena merasa sudah “aman” dan rugi membayar polis asuransi yang
dianggap mahal. Sedangkan Keluarga Louis yang sadar resiko memutuskan
untuk mengambil asuransi penuh atas bisnisnya dengan menyisihkan sebesar 20
juta tiap bulannya untuk membayar polis.
Tiga tahun kemudian, Ketika keduanya sedang menikmati tahap growing dalam
bisnisnya tanpa disangka terjadi korsleting (short-circuit) yang menyebabkan
kebakaran di tempat usaha kedua keluarga tersebut. Semua peralatan dan bahan
baku ludes dimakan si jago merah. Namun demikian, Keluarga Louis tidak terlihat
seputus asa keluarga Anton setelah kejadian tersebut. Dua minggu setelah proses
claim asuransi dilakukan dan pemeriksaan dari pemeriksa kerugian (loss
adjuster) selesai, Keluarga Louis mendapatkan ganti rugi yang mereka perlukan
untuk membangun kembali usaha mereka seperti sedia kala. Mereka dapat
mempertahankan pekerja-pekerja terbaik yang direkrutnya, menjaga hubungan
dengan suplier dan yang terpenting terus menjaga pangsa pasar produknya
terhadap konsumen. Akan halnya, keluarga Anton, karena tidak memiliki jaminan
asuransi, terpaksa harus bekerja lebih keras dan mengumpulkan uang lebih banyak
di tahun-tahun mendatang agar dapat membangun kembali usaha mereka. Karena
kurang sadar resiko, Usaha dan proses pembelajaran bisnis yang telah dilakukan
oleh keluarga Anton selama bertahun-tahun tampak terbuang lenyap dalam jentikan
jari.
Keluarga Louis dapat melindungi bisnisnya dengan membeli beberapa jenis
asuransi umum. Jika bisnisnya menggunakan kendaraan, ia dapat mengasuransikanya.
Seberapa banyak perlindungan yang akan dinikmati tergantung pada perjanjian
asuransi yang dilakukan. Jika bisnisnya menggunakan bangunan, keluarga Louis
juga dapat menggunakan asuransi bangunan untuk menutupi biaya perbaikan atau
pembangunan kembali bangunan tersebut apabila rusak akibat kejadian-kejadian
yang tidak diramalkan sebelumnya. Selain itu terdapat juga asuransi terhadap
isi bangunan (Home contents insurance) yang melindungi barang-barang seperti
pakaian, lemari, alat-alat elektronik, karpet dan sebagainya. Asuransi ini akan
mengganti biaya atas kehilangan atau kerusakan yang diderita.
Dalam melakukan perjalanan bisnis sekalipun, keluarga Louis dapat mengandalkan
jasa asuransi (travel insurance) . Hal ini berguna apabila tanpa diduga
perjalanan bisnis yang dilakukan ke luar negeri, misalkan, terpaksa dibatalkan
karena sakit atau kondisi-kondisi lainnya. Asuransi perjalanan juga dapat
menyediakan pilihan yang melindungi barang-barang kepemilikan yang kita bawa
selama perjalanan bisnis maupun liburan. Kebanyakan asuransi perjalanan
telah dijual secara tradisional oleh agen perjalanan namun mereka menghendaki
pembayaran dua atau tiga kali dari biaya yang diminta Pihak Asuransi untuk jasa
perlindungan yang sama. Secara singkat, polis asuransi dapat digunakan sebagai
bagian manajemen resiko yang vital untuk menjaga aset-aset paling berharga
Keluarga Louis.
Dalam kacamata keuangan yang benar, produk asuransi umum merupakan produk
“transfer resiko”, yang sedikit berbeda dengan produk simpanan dan investasi
yang merupakan ciri industri lain dalam sektor jasa keuangan. Hal ini tidak
berarti bahwa produk simpanan dan investasi tidak memiliki suatu derajat resiko
yang diasosiasikan dalam pembeliannya. Akan tetapi perbedaan utama antara
asuransi umum dan produk simpanan dan investasi yaitu produk asuransi yang
bersifat “transfer resiko” disediakan untuk memindahkan resiko dari pemegang
polis kepada perusahaan asuransi.
Tidak seperti tabungan atau reksa dana, dengan membeli asuransi, seseorang
dapat memindahkan resiko secara efektif kepada perusahaan asuransi. Pembeli
asuransi umum tidak berharap untuk memperoleh harga beli/atau keuntungan.
Raison d’etre atau alasan utama dari Asuransi umum bukanlah untuk memperoleh
apresiasi modal atau komponen pendapatan seperti halnya produk investasi,
melainkan sebagai alat proteksi bagi bisnis maupun individu agar dapat
berinovasi dan mengembangkan usahanya dengan tingkat keamanan keuangan yang
tinggi.
Namun demikian untuk mengasuransikan suatu resiko, ada beberapa karakteristik
atau ciri yang harus dipenuhi. Menurut Dahlan Siamat, dalam Manajemen Lembaga
Keuangan (2005), resiko-resiko tersebut harus memenuhi sifat berikut, yang
sering disingkat dengan LURCH.
Setiap huruf merupakan singkatan dari suatu ciri dari resiko yang diasuransikan
yaitu:
L - Loss; yaitu resiko yang dapat diasuransikan harus
berkaitan dengan kemungkinan terjadinya kerugian (loss). Contoh sifat insurable
risk akibat terjadinya kerugian yang tidak dapat diperkirakan, yaitu: a)
mengansuransikan kerugian dari kebakaran, b) mengasuransikan tanaman/panen dari
serangan hama/bencana alam.
U - Unexpected; tidak dapat diperkirakan kepastian
resiko tersebut benar-benar terjadi, seperti habis atau rusak karena dipakai
R - Reasonable; resiko yang
dapat dipertanggungkan adalah benda yang memiliki nilai, baik dari pihak
penanggung maupun pihak yang tertanggung. Misalnya: tidak wajar mengasuransikan
pulpen yang nilainya hanya Rp 800. Benda tersebut tentu tidak bernilai untuk
diasuransikan karena pengurusan, biaya polis, kemungkinan seringnya hilang akan
mengakibatkan pembayaran klaim dan biaya polis lebih malah dari nilai barang
yang dipertanggungkan tersebut.
C - Catastrophic; Supaya resiko dapat digolongkan
sebagai insurable, resiko tersebut haruslah menimbulkan suatu
kemungkinan rugi yang besar atau sangat besar. Contohnya: menerima penanggungan
rumah di kawasan berpantai yang sering terjadi gelombang pasang dan badai topan
H - Homogeneous; berarti sama atau serupa dalam bentuk
atau sifat. Hal ini juga berkaitan dengan prinsip the law of large numbers.
Seandainya kita ingin mengetahui besarnya kemungkinan kerugian suatu benda,
kita harus memiliki jenis pertanggungan yang serupa sebagai bahan perbandingan
untuk memperkirakan kerugian yang mungkin terjadi tersebut.
Sebagai alat manajemen resiko, asuransi umum memiliki jangka waktu proteksi
yang disesuaikan (customized) sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan kebijakan
perusahaan penyedia asuransi. Secara umum, polis asuransi bersifat tahunan (annual),
yaitu berlaku untuk satu tahun. Beberapa polis diberikan untuk periode yang
lebih panjang, seperti asuransi kebakaran untuk tempat tinggal, dan sebagian
lagi untuk periode yang lebih pendek, seperti asuransi untuk transportasi
barang-barang dan untuk perawatan medis gawat darurat selama perjalanan luar
negeri. Hal ini menguntungkan sebab pengguna dapat menyesuaikan kebutuhan
proteksinya dengan produk yang tersedia di pasar jasa asuransi.
Peran Sosio-Ekonomi Asuransi Umum
A. Manfaat Ekonomi Asuransi Umum terhadap masyarakat
Dari sisi Makro, menurut Insurance Council Australia, pasar asuransi yang
efektif dan efisien merupakan alat fundamental untuk perekonomian yang maju.
Melalui industri asuransi umum, perekonomian dan agen-agen ekonomi dapat
mentransfer dan memberi harga resiko, memampukan mereka untuk mengalokasikan
sumber daya lebih baik sehingga berkontribusi pada pertumbuhan/investasi yang
lebih tinggi serta standard hidup yang juga lebih tinggi. Sebagai pendorong
ekonomi, asuransi umum berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi
dengan cara: a) menilai resiko dan kegiatan berisiko, b) meningkatkan alokasi
sumber daya dalam perekonomian, c) mengurangi biaya transaksi antar pihak
ketika mereka ingin memindahkan resiko dari yang peka resiko (risk adverse)
kepada mereka yang mau menanggungnya (risk takers), d) mendukung perkembangan
ekonomi dengan memfasilitasi investasi pada resiko yang lebih tinggi dari apa
yang dapat ditanggung pasar tanpa kehadiran resiko, e) menginvestasikan dana
premium asuransi untuk memperdalam (deepening) jangkauan modal yang tersedia
untuk tujuan investasi, f) mengurangi beban pemerintah/ sektor publik pada saat
terjadi kerusakan atau bencana alam yang berat, sehingga menguatkan pula manajemen
keuangan publik, g) mendukung terwujudnya prinsip kewajiban bersama dan
tanggung jawab personal dalam individu-individu dan komunitas dengan melindungi
dari kehilangan dan kerusakan, h) mengurangi kehilangan pada masyarakat luas
melalui strategi peminimalan resiko (risk mitigation).
Penjelasan terhadap fungsi makroekonomi asuransi dapat dilihat dari lima sudut
pandang utama yaitu transfer resiko (risk transfer), penilaian berbasis resiko
(risk-based pricing), mendorong hukum ganti rugi, fungsi investasi dari
perusahaan asuransi, dan fungsi nasihat dalam manajemen resiko.
Dari sisi transfer resiko, penyedia asuransi menyediakan keamanan bagi individu
dan perusahaan serta memungkinkan mereka untuk mengambil aktivitas berisiko.
Dengan asuransi umum, seseorang tidak perlu menyimpan dananya dalam simpanan
yang lancar untuk berjaga-jaga terhadap resiko.
Dalam upaya penilaian resiko, perusahaan asuransi menentukan tingkat premium
yang merefleksikan kemungkinan kerugian, yang dihitung dengan melakukan
perhitungan langsung berdasarkan pengumpulan resiko-resiko yang serupa
atau dengan menghubungkan premium terhadap pengalaman klaim yang pernah terjadi
sebelumnya. Jika premium merefleksikan resiko yang dihadapi perusahaan dengan
benar, maka ada insentif untuk mengurangi resiko karena hal ini akan mengurangi
hutang premium. Ketika harga asuransi meningkat, individu maupun perusahaan
menghadapi insentif yang besar untuk memperbaiki perilakunya. Misalkan: Perokok
maupun pembalap jalanan yang terkena asuransi kendaraan yang diwajibkan
terpaksa memperbaiki perilakunya agar tidak terkena premium yang lebih besar.
Hal ini akhirnya juga memberi dampak yang menguntungkan pada perekonomian
secara keseluruhan.
1. Asuransi dan Penilaian Resiko
…..”Industri Asuransi seharusnya terus mengembangkan produk-produk yang
mengenakan harga yang tepat pada pengemudi yang baru saja memulai, untuk
menyediakan insentif bagi mereka dalam memperoleh pengalaman menyetir, dan
melihat keuntungan dalam pengalaman tersebut berdasarkan premium yang mereka
bayar”…..(Greenaway, 2004, para 4.11)
Asuransi umum juga mendorong terbentuknya sistem ganti rugi yang baik. Sistem
ganti rugi (yang membayarkan kerusakan pada merek yang terkena dampak karena
kecerobohan pihak lain) sulit untuk beroperasi efektif tanpa adanya pasar
asuransi kewajiban yang sehat. Tanpa kehadiran asuransi kewajiban, pengadilan
dapat menjatuhkan hukuman pembayaran kerusakan sebesar aset pencedera. Hal ini
memungkinkan setiap orang atau organisasi yang terlibat dalam kegiatan yang
berbahaya untuk beroperasi dalam tingkat aset yang minimum (judgement proof)
untuk menghindari pembayaran kerusakan pada pihak-pihak ketiga.
Sebagai hasilnya, pihak yang dicederari tidak dapat memperoleh kompensasi (dan
oleh karena itu harus mengadu pada sistem yang berlaku), sementara jumlah yang
dibayarkan akan tergantung pada kemampuan pencedera, bukan pada besarnya
kerugian yang diderita pihak lain. Lebih lanjut, insentif pelaku untuk
mengurangi resiko sebagian besar menghilang. Sebaliknya, perlakuan asuransi
kewajiban yang efisien tidak hanya menyediakan sumber daya untuk mengkompensasi
pihak yang dicederai dan insentif untuk menjaga, teatpi juga biaya yang lebih
rendah dari skema berdasarkan sistem pembayaran pada pihak ketiga yang berlaku.
2. Hubungan antara Asuransi dan Kesepakatan Ganti Rugi Parson (2003) menekankan hubungan yang kuat antara asuransi kewajiban dan
hukum ganti rugi dengan berpendapat bahwa pola kewajiban hukum, sebagaimana
keputusan pengadilan, ditentukan oleh praktek pasar asuransi kewajiban lokal
dan ketersediaan pembayaran. Lebih khusus, ia menyatakan bahwa ” tidak
diragukan bahwa ketersediaan umum asuransi telah memberikan suatu peran
dalam membangun suatu hukum (kewajiban). Dan kewajiban hukum kadang terbatas pada
nilai yang menunjukkan asuransi pembayaran kewajiban”
Untuk melaksanakan fungsi investasinya, perusahaan asuransi membangun aset
setelah menerima premium yang dibayar di muka. Dengan berinvestasi secara
produktif, pihak asuransi dapat menghasilkan tingkat penghasilan yang
memungkinkan mereka membayarkan tingkat premium yang lebih rendah. Pihak
asuransi bahkan dapat meningkatkan efisiensi dalam sistem keuangan dengan
menjadi pihak penghubung keuangan, di mana mereka mengurangi biaya transaksi
yang mempertemukan penyimpan dan peminjam. Pihak asuransi juga menghasilkan
likuiditas dengan menggunakan pendapatan premium untuk menyediakan modal jangka
panjang. Pihak asuransi juga memfasilitasi skala ekonomi dalam investasi.
Dengan mengumpulkan jumlah yang besar dari ribuan pemegang polis, pihak
asuransi dapat mencapai kebutuhan pembiayaan dari proyek-proyek besar, sehingga
meningkatkan set proyek investasi yang mungkin dan mendorong efisiensi
perekonomian.
Terakhir, peran pihak asuransi dalam meningkatkan perekonomian muncul dari
kemampuannya menyediakan nasihat manajemen resiko. Banyak kontrak asuransi
komersial yang meliputi pemberian jasa manajemen resiko. Pihak asuransi mungkin
melakukan penilaian terhadap potensi kehilangan, sebagai bagian dari proses penjaminan.
Hal ini merupakan feature khusus yang disebut asuransi “resiko yang sang
dijaga/highly protected”. Pihak asuransi mendukung banyak program-program
kontrol-kerugian sebagaimana berupa pencegahan kebakaran, kesehatan dan
keselamatan kerja, pencegahan kerugian industri, pengurangan kerusakan mobil,
pencurian dan luka, dan banyak lagi. Hal ini mengurangi kerugian langsung
maupun tidak langsung terhadap bisnis-bisnis dan individu. Perusahaan yang
mencoba untuk mengansuransikan dirinya memiliki pengetahuan khusus yang
diperlukan untuk mengurangi kerugian ini. Karena perusahaan asuransi menjamin
sebagian, jika bukan semuanya dari resiko, mereka memiliki insentif yang kuat
untuk mengurangi biaya-biaya kerugian.
B. Manfaat Sosial Asuransi Umum terhadap masyarakat
Dari sisi sosial, manfaat asuransi terhadap asuransi juga sangat besar. Dengan
menolong masyarakat menghadapi dan mengelola resiko secara efektif, asuransi
memberi kontribusi yang besar bagi hidup kita. Asuransi meningkatkan
standar-standar yang ada dengan memberikan tekanan terhadap faktor-faktor yang
mungkin menyebabkan ketidakamanan. Menurut Association of British Insurers,
Asuransi memberikan lima keuntungan strategis secara tidak langsung
(indirectly) pada masyarakat, yaitu: a) kebebasan dari hal yang dapat merusak
struktur aset dan kewajiban seorang individu maupun bisnis; b) keamanan di
rumah dan tempat kerja dari ancaman kecelakaan, perampokan, kebakaran dan
bahaya alam; c) Kesehatan yang lebih baik dari investasi tambahan pada biaya
medis dan penekanan pada rehabilitasi; d) kekayaan melalui dukungan terhadap
semangat enterpreneur, inovasi dan pengambilan resiko; e) fleksibilitas dengan
adanya kesesuaian dengan kondisi individu dan menghasilkan hidup ekonomi dan sosial
yang tidak terlalu tergantung pada tindakan pemerintah.
Asuransi yang membebaskan tidaklah berarti bahwa kita dapat berbuat apa saja
bahkan melanggar kontrak perjanjian dengan pihak asuransi sekalipun. Kita tetap
harus mematuhi kontrak asuransi berupa pembayaran premium, ketentuan dan
larangan yang berlaku. Memberi kebebasan dalam konteks ini berarti
asuransi menolong kita untuk mewujudkan tujuan kita dengan mentransformasi
kekacauan yang mungkin terjadi menjadi resiko-resiko yang dapat dikelola.
Tanpa asuransi misalkan, seorang pengendara akan mempertaruhkan seluruh asetnya
setiap kali mereka meninggalkan garasi karena kecelakaan akan membuat mereka
terbuka atas tuntutan terhadap kerusakan. Satu buah kejahatan dapat memberi
kerusakan besar pada sebuah bisnis. Asuransi akan menjalankan teknologi baru
dan produk-produk untuk diuji tanpa ketakutan, di mana sebelumnya kegagalan
dapat saja membangkrutkan orang yang mencoba mempromosikan mereka. Tentu saja
beberapa orang tetap akan mengambil peluang-peluang besar, tetapi jutaan dari
kita akan mengikuti hidup yang lebih berhati-hati, tidak terlalu menantang dan
kurang produktif karena adanya ketakutan akan kewajiban yang menghancurkan yang
dapat kita telah kita miliki.
Bahkan sesuatu yang terlihat biasa seperti pasar perumahan bergantung pada
ketersediaan asuransi; jika asuransi rumah tidak ada, akan sukar untuk
membayangkan keluarga-keluarga berharap untuk menginvestasikan seluruh
kekayaannya dalam satu harta kekayaan. Oleh sebab itu, ekonomi modern, menciptakan
kekayaan pada skala yang belum pernah ada sebelumnya, bergantung penuh pada
asuransi.
Dalam menciptakan keamanan, industri asuransi bekerjasama dengan erat dengan
investigasi polisi. Namun demikian kontribusi utama asuransi datang dari
pekerjaan setiap hari yang dilakukannya dengan pemegang polis melalui
penelitian terhadap pencegahan kriminal. Hal ini mendorong penanganan yang
lebih baik dari tindak kriminal dari waktu ke waktu. Sayangnya, sebagian dari
pihak yang paling rentan terhadap kriminal merupakan yang paling tidak mampu
untuk memperoleh keamanan tambahan karena kesulitan keuangan. Di negara-negara
maju yang mengharuskan asuransi kendaraan, kelompok industri asuransi menilai
mobil berdasarkan feature keamanannya dan mendorong pihak pemasok untuk
meningkatkan keamanan mobil sehingga model mereka akan mendorong premium
asuransi yang lebih rendah. Selain itu, asuransi juga menjamin keamanan
terhadap kebakaran, keselamatan kerja dan asuransi mengemudi.
Dampak asuransi terhadap peningkatan kemakmuran dilakukan dengan merobohkan
batas terhadap bisnis, inovasi produk dan teknologi dengan menyediakan jaring
pengaman bagi entrepreneur. Hal ini memutus rantai kecenderungan investor untuk
menaruh uang mereka pada bidang “aman” daripada bidang yang mengubahkan.
Industri minyak dan gas merupakan contoh yang baik atas industri dengan potensi
resiko tinggi yang pembangunannya didukung oleh asuransi. Asuransi menolong
untuk mengarahkan investasi dan mendorong peningkatan bisnis, dengan
menunjukkan biaya-biaya riil dari resiko terhadap perusahaan individu dan
industri-industri. Asuransi menutupi hampir semua biaya kewajiban bisnis. Tanpa
asuransi, banyak perusahaan yang baik dapat tutup karena problem yang sangat
sementara. Memiliki Asuransi berarti bahwa individu-individu dan bisnis-bisnis
tidak perlu menjaga cadangan kas yang berlebihan untuk menjaga diri mereka
terhadap resiko. Asuransi membebaskan mereka untuk mengeluarkan biaya dan
berinvestasi.
Industri asuransi yang kuat membuat hidup menjadi lebih fleksibel dan tidak
tergantung pada pendanaan dari pemerintah. Dalam hal ini industri asuransi
membuat hidup lebih mudah bagi pembayar pajak dengan mengurangi
permintaan-permintaan yang mungkin seharusnya jatuh pada sistem kesejahteraan
yang berlaku. Asuransi swasta sering dapat menyediakan benefit yang lebih
ditujukan terhadap kebutuhan pengguna, dan dapat dilakukan dalam biaya yang
lebih rendah, daripada yang kadang kala dapat disediakan oleh pemerintah. Hal
ini juga memungkinkan bagi pihak yang dicederai untuk menuntut atas kerugian
daripada mencari pertolongan dari pemerintah. Asuransi umum digambarkan dapat
membayar perawatan rumah sakit akibat kecelakaan mengemudi bahkan juga akibat
kecelakaan saat kerja.
C. Manfaat Asuransi Umum dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Dalam dua abad terakhir, kegiatan manusia telah mendorong peningkatan gas rumah
kaca, seperti karbon dioksida (CO2), di atmosfer yang menahan panas matahari
seperti selimut, menghangatkan iklim di bumi dan menciptakan “pemanasan
global”. Sejak revolusi industri suhu udara rata-rata di bumi telah meningkat
tajam dan sangat cepat. Studi menunjukkan bahwa kenaikan suhu udara dalam
tahun-tahun terakhir mungkin menyebabkan kenaikan dalam frekuensi dan parahnya
bencana alam seperti badai tropis dan topan. Hal ini dan perubahan lainnya akan
memberi konsekuensi yang besar bagi kehidupan di dunia.
Komunitas bisnis dunia mulai menyadari bahwa perubahan iklim mungkin
menyebabkan resiko fisik dan resiko yang berkaitan dengan cuaca pada masa
mendatang. Wakil Chairman dari Merrill Lynch baru-baru ini menyatakan “Kita
sedang melakukan eksperimen kimia yang besar dengan konsekuensi yang dahysat
terhadap lingkungan kita, perekonomian kita, dan kehidupan manusia“. Sedangkan
pihak dari Goldman Sach dalam pernyataan kebijakan lingkungannya pada tahun
2005 menyatakan bahwa perubahan iklim adalah salah satu dari tantangan
lingkungan yang paling besar pada abad dua puluh satu dan berhubungan erat
dengan masalah penting lainnya seperti pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, penghapusan
kemiskinan, akses pada air bersih, dan penawaran energi yang cukup.
Beberapa penemuan keilmuan terakhir menyatakan beberapa fakta-fakta yang
mengkhawatirkan, yaitu bahwa kenaikan permukaan air laut global diperkirakan
akan meningkat minimum secara rata-rata sebesar 0,28 m pada abad ini. Selain
itu resiko kebakaran hutan akan diperparah dengan trend alam seperti suhu udara
yang meningkat, kondisi yang lebih kering. Perubahan iklim juga diperkirakan
mempengaruhi siklus hidrologis, yang dapat menyebabkan banjir. Bahkan banjir
sangat mungkin akan akan menyebabkan kerugian ekonomi utama di tahun-tahun
mendatang. Suhu air laut yang lebih hangat juga akan sangat mungkin
meningkatkan intensitas topan. Kesemua fakta ini disertai dengan pertumbuhan
populasi yang besar dan peningkatan investasi di suatu daerah sangat rentan
terhadap efek merusak dari perubahan iklim.
Menurut Agenda Aksi yang disusun perusahaan asuransi dan WWF pada tahun 2006,
ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh perusahaan asuransi dan asosiasi
industri. Dalam hal ini solusi yang berbeda akan sesuai dengan
perusahaan-perusahaan yang berbeda tergantung pada produk-produk portofolio
mereka, budaya perusahaan, dan hubungan dengan pemerintah lokal dan pusat.
Contoh dari aktivitas yang dapat dilakukan pihak asuransi dan asosiasi industri
untuk mengurangi dampak fisik terhadap perubahan iklim, atau beradaptasi
terhadap dampaknya terdiri atas tiga langkah utama, yaitu: meningkatkan
pengertian (understanding) akan masalah yang ada, mengirim sinyal resiko yang
lebih kuat kepada masyarakat, serta bersiap dan beradaptasi terhadap perubahan
iklim.
Adaptasi terhadap Perubahan Iklim
Menurut
Stern Review, bahwa
“Adaptasi
adalah satu-satunya respons yang tersedia terhadap dampak perubahan iklim yang akan
muncul selama beberapa dekade ke depan, sebelum cara-cara pengurangan dampak
(mitigation measures) tersebut dapat menunjukkan keefektifannya”.
“Kemajuan dalam adaptasi masih berada dalam tingkat awal. Tekanan pasar sendiri
tidak mungkin akan memberikan respons penuh yang penting untuk menghadapi
resiko serius dari perubahan iklim”
“Pemerintah memiliki peran dalam menyediakan kebijakan yang jelas untuk memandu
adaptasi yang efektif dari individu-individu dan perusahaan dalam jangka
menengah dan panjang“
Asuransi
dapat membantu meningkatkan pemahaman akan masalah perubahan iklim karena
jangkauan dan sumber dayanya yang luas. Pihak asuransi dapat membentuk komisi
untuk menganalisa skenario resiko yang mencakup prediksi dari ilmuwan yang
terkemuka hingga model resiko asuransi yang ditawarkan oleh agen-agen pemodelan
resiko. Studi-studi tersebut dapat menyediakan informasi yang baru dan lebih
akurat mengenai resiko yang mungkin terjadi terhadap masyarakat, rumah-rumah,
dan bisnis jika perubahan iklim yang besar benar-benar terjadi sebagaimana
diprediksi. Pihak asuransi dalam hal ini dapat bekerja dengan para pemodel dan
ilmuwan untuk meningkatkan akurasi model perubahan iklim. Dengan
menciptakanpermintaan terhadap ilmu yang relevan secara ekonomi,
perusahaan-perusahaan asuransi dapat menyediakan jasa yang besar terhadap
masyarakat dan pelanggan mereka. Secara khusus, asuransi juga dapat membangun partnership
dengan lembaga swadaya masyarakat yang bekerja dalam bidang lingkungan atau pihak-pihak
lain untuk memberikan perspektif dan keahlian yang berbeda terhadap masalah dan
membangun kekuatan kekuatan kerja sama multi sektor.
Asuransi
umum juga dapat membantu mengirimkan sinyal resiko sebagai upaya tidak langsung
menangani perubahan iklim. Hal ini dilakukan dengan bekerja bersama pemerintah
untuk memungkinkan penyesuaian terhada tingkat asuransi kepemilikan rumah dan
asuransi kebanjiran. Perubahan ini akan membangun harga yang lebih tepat dan
sinyal resiko kepada konsumen-konsumen dan bisnis-bisnis yang bergerak dalam
area yang berisiko tinggi. Dalam hal ini kerjasama dalam hal fleksibilitas
harga akan menjadi sangat penting. Asuransi juga dapat menyatakan dan
menginformasikan resiko dan kemungkinan perubahan iklim dalam laporan tahunan maupun
komunikasi perusahaan lainnya. Semakin banyak penanam modal institusi dan
manajer uang yang menginginkan pemberian ifnromasi mengenai perubahan iklim
dari perusahaan asuransi. Bahkan terdapat pula badan asosiasi investor yang
dibentuk sebagai investor network on climate change
yang mewakili 50 investor kelembagaan dan mengelola dana sebesar 3 trilyun
dollar. Dalam banyak hal, asuransi juga dapat memberi insentif terhadap
pengurangan emisi gas rumah kaca yang memperparah perubahan iklim melalui
penggunaan bangunan efisien energi atau “green” dan penggunaaan kendaraan hybrid
maupun efisien energi lainnya. Terakhir, asuransi dapat mengambil pendekatan
proaktif dalam mempengaruhi perkembangan pemakaian lahan dan
perencanaannya.
Hal-hal
yang dapat dikerjakan pihak asuransi untuk bersiap dan beradaptasi terhadap
perubahan iklim secara langsung adalah mengadaptasi dampak perubahan lingkungan
melalui promosi dan melakukan lobby terhadap bahan bangunan yang baik
dan rancangan bangunan yang telah ditingkatkan. Dalam hal pengemudian
kendaraan, pihak asuransi juga dapat memperketat prosedur pengamanan yang akan
ditanggung oleh perusahaan asuransi. Diperlukan pula pemeriksaan bagaimana
dampak fisik dari perubahan iklim dapat menciptakan kesempatan bisnis melalui perbaikan
lingkungan dan produk-produk yang baru. Selain itu, pihak asuransi dapat pula
melakukan operasi internal yang mempertimbangkan faktor-faktor perubahan iklim
lainnya.
Industri
Asuransi Umum Indonesia : Mampukah Melaksanakan Perannya?
Dalam
menjalankan perannya, Asuransi Umum perlu memperoleh kepercayaan yang besar
dari masyarakat secara luas. Sebagaimana terjadi di sejumlah negara, industri
asuransi bahkan sama besarnya dengan industri perbankan. Di indonesia sendiri
industri Asuransi hanya mendukung 0.03 % dari PDB (bandingkan dengan Inggris
dimana sektor asuransi telah menyumbang 1,2% dari PDB atau sebesar 13 milyar
poundsterling). Menurut Frans Y Sahusilawane, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum
Indonesia (AAUI), pertumbuhan premi asuransi pada tahun 2007 malah diperkirakan
masih tumbuh di bawah lima persen. Hal ini disebabkan oleh kondisi perekonomian
yang belum memadai, bencana alam dan kebijakan yang kurang kondusif.
Tabel
1. Nilai Aset lembaga keuangan Indonesia, 2000-2007 (triliun Rp)
Rendahnya
penetrasi industri asuransi dalam perekonomian nasional amat sangat
disayangkan. Mengingat perekonomian yang tidak ditopang oleh pasar asuransi
yang sehat rentan terhadap resiko bisnis maupun resiko yang mengancam kehidupan
penduduk. Utamanya, dalam perubahan iklim yang amat sangat mungkin
menyebebabkan bencana berkelanjutan, pemerintah perlu melakukan
wake-up call, agar warganya mulai menyadari pentingnya melakukan manajemen
asuransi dengan mendaftarkan hartanya untuk polis asuransi yang sesuai. Besar
harapan bahwa struktur sektor keuangan di Indonesia pada tahun mendatang akan
didukung oleh pilar asuransi yang semakin kuat, mengakar sehingga mampu
melaksanakan perannya dengan efektif.
Sebagai
refleksi, kita dapat melihat bagaimana keseriusan Negara lain membangun pasar
asuransi mereka, terutama asuransi bencana. Berikut ini merupakan perbandingan
penjaminan asuransi untuk kerusakan di berbagai pasar asuransi utama dunia:
Negara
Penjaminan
Asuransi
Tingkat
keterlibatan negara
Prancis
Penjaminan
badai sesuai standar. Semua pemegang polis membayar premium yang ditentukan
pemerintah. Penjaminan bencana alam diwajibkan
Garansi
pemerintah yang tidak terbatas terhadap bencana alam melalui Caisse Centrale
de Reassurance. Catastrophes Naturelles (CATNAT merupakan program nasional
yang meliput banjir, longsor, gempa bumi, gelombang dan badai salju
Jerman
Penjaminan
terhadap badai sesuai standar. Asuransi terhadap bencana lama bersifat
pilihan dan tersedia bagi asuransi swasta untuk tambahan premium terentu
Tidak
ada
Inggris
Raya
Asuransi
meliputi semua hal alami meliputi banjir, angin, erosi
Tidak
ada, tetapi asuransi dan reasuransi disediakan melalui pasar swasta
Jepang
Kebijakan
perumahan meliputi badai
Asuransi
utama dan reasuransi disediakan melalui pasar swasta
Australia
Penjaminan
perumahan tersedia hampir untuk semua kejadian. Jangkauan bervariasi dari
perusahaan ke perusahaan
Asuransi
utama dan reasuransi disediakan melalui pasar swasta
Amerika
Serikat
Hampir
semua kebijakan asuransi meliputi kerusakan angin. Banjir biasanya tidak
dikutsertakan
Pemerintah
pusat menutupi biaya banjir. Untuk angin topan (hurricane) asuransi
disediakan melalui pasar swasta
Sumber:
Financial Risks of Climate Change, Association of British Insurers, 2005
Kesadaran
untuk melakukan manfaat asuransi dalam manajemen resiko individu maupun
organisasi membutuhkan usaha dari semua pihak, baik itu pihak asuransi,
pemerintah, maupun organisasi yang berkepentingan terhadap stabilitas nasional,
termasuk masyarakat itu sendiri. Melalui pemaparan di atas, kita mengerti bahwa
asuransi menawarkan keuntungan ekonomi yang penting dimana begitu banyak
kegiatan dan kondisi yang mengandung resiko potensial dan memerlukan mekanisme
yang tepat untuk mengelolanya.
Sebagaimana
dikatakan di awal tulisan ini, hampir semua kegiatan ekonomi mengandung unsur
resiko. Kita memiliki banyak cara yang khusus untuk menangani dan mengelolanya.
Namun demikian, resiko yang besar, seperti yang dihadirkan oleh bencana alam
dan berbagai kejadian akibat perubahan iklim, asuransi telah menyediakan
pengumpulan (pooling) dan pemindahan resiko yang relatif lebih terjamin.
Melakukan manajemen resiko berarti merencanakan masa depan dengan lebih
sistematis, matang dan terencana. Kita semua menginginkan jaminan
keamanan, kemakmuran dan kesehatan.
Untuk mencapai semuanya itu, kita perlu membayar harganya dengan melakukan
investasi dan juga proteksi terhadap harta benda kita. Asuransi
merupakan salah satu mekanisme yang telah terbukti ampuh dalam melindungi
asset-aset paling berharga dari tiap individu. Memilih untuk berasuransi
atau tidak adalah suatu pilihan. Kita mungkin tidak akan merasakan dampaknya
sekarang. Mungkin setahun, dua tahun, lima bahkan sepuluh tahun kemudian kita
baru menyadarinya. Bahkan mungkin pula, tanpa perlindungan, kehidupan kita akan
tetap aman-aman saja. Semua bisa terjadi, tidak ada seorang pun yang tahu
apakah resiko akan menjadi kenyataan atau tidak. Tetapi bagaimanapun, masa
depan yang kita cita-citakan harus mulai dibangun dari detik ini juga. Dan
berbicara masa depan, sangat erat kaitannya dengan kemampuan kita untuk
mengelola resiko hari ini, esok, dan seterusnya.
Tersedia asuransi pendidikan dengan manfaat 3 generasi
Asuransi pendidikan
Asuransi Multi guna
Investas
Tip memilih Asuransi Kesehatan yang bagus klik disini
Izin
Kutip / Cetak
Kami memperbolehkan Anda yang ingin mengutip artikel sebagian atau
keseluruhan naskah yang ada dalam website ini selama Anda menuliskan
sumber dan melink-kan URL (http://infoasuransi.net) kepada situs ini.
Untuk pencetakan pun kami perbolehkan, asalkan naskah tersebut tidak
untuk dikomersialkan (dijual dalam bentuk buku, dll), tulis sumber dan
URL kami sebagai tanda penghargaan anda kepada kami.
Para Pengunjung yang berbahagia, gunakan fasilitas ini dengan bijak. Komentar-komentar yang tidak berkenan akan tidak di tampilkan dan netter ybs kan ter blok pada situs ini. --------------------------- The visitors, use this facility sensibly. The comments are not acceptable will not display and it was relevant netter block on this site.
---------------------------
The visitors, use this facility sensibly. The comments are not acceptable will not display and it was relevant netter block on this site.